Education and Academic
Selasa, 30 November 2010
Keluarga muslim
1. Syahadat
2. Shalat
3. Puasa
4. Zakat
5. Haji
4 Kriteria keluarga muslim:
a. Keluarga muslim itu institusi suci (lembaga yang suci).
Ada 3 alasan dikatakan suci:
1) Keluarga muslim didesain sendiri oleh Allah, tidak ada campur tangan sedikit pun dari yang lain. jika ada pihak lain yang ikut campur tangan, maka itu bukan keluarga suci. Campur tangan di sini misalnya ada suatu keluarga ingin menjadi keluarga "modern", lalu mereka memasukka cara-cara hidup yang tidak sesuai dengan ketentuan Allah, maka itu bukan keluarga suci lagi.
2) Ketika awal pembentukan keluarga muslim(nikah), Allah berkenan hadir menjadi saksi, yaitu saat ijab kabul. oleh karena itulah, Allah benci perceraian meskipun perceraian itu boleh. oleh karena itu bagi yang suadah berkeluarga, pertahankanlah keluarga tersebut.
"Menikahlah satu kali untuk selamanya"
3) Institusi ini diatur dengan aturan Allah. Jika ingin mempunyai keluarga bahagia, maka terapkanlah prinsip saling memaafkan. Suami harus minta maaf sebelum istri minta maaf, begitu juga istri. jika istri ada salah, maka suami tidak boleh diam. Suami harus memberi tahu istrinya di mana letak kesalahan istrinya, begitujuga istri. Saat salah satu diberi tahu kesalahannya, ia tidak boleh marah. jika bertengkar, maka tidak boleh saling berhadapan. harus cepat-cepat menjauh agar bisa saling merenung. lalu minta maaflah. Allah memberikan ketentuan maksimal 3 hari marah. Jangan lebih dari 3 hari.
b. Muncul rasa saling harap dan ikatan batin. Dengan anggota keluarga, pupuklah rasa rindu. Karena hal tersebutlah rumah dikatakan syurga, karena rumah adalah tempat bertemunya orang yang saling rindu sehingga muncullah ikatan batin
Terbentuklah keluarga sakinah (tentram).
Suami istri harus menunjukkan rasa saling membutuhkannya, dengan begitu akan menimbulkan rasa senang dan bahagia (harmonis, saling melengkapi).
Manusia berasal dari satu, yaitu Nabi Adam. Atas kehendak Allah swt terciptalah hawa dari tulang rusuk Nabi adam. Oleh karena itulah setiap manusia selalu membutuhkan pasangan hidup untuk saling melengkapi yaitu perempuan dengan pasangannya yaitu laki-laki. Jika homo dan lesbi itu dosa, suatu hubungan yang sangat salah.
Allah menganugrahkan perempuan dan laki-laki dengan ciri khasnya masing-masing. Semua anugrah Allah tidak sia-sia daan tidak boleh disia-siakan, harus disyukuri, dan fungsikan anugrah tersebut sesuai dengan aturan-aturan Allah. Jangan dengan cara seks bebas, atau hal lain yang diluar aturan Islam karena itu hanya akan mengantarkan manusia ke neraka jahannam.
Dalam Islam, orang yang pantang menikah itu dosa, karena hal itu sama artinya dengan ia tidah mensyukuri anugrah Allah swt yang telah diberikan kepadanya.
Dalam berhubungan, hendaknya sudah menikah dan dengan suci agar setan tidak ikut serta sehingga anak yang dilahirkan baik dan tidak mudah diganggu atau digoda setan.
Keluarga muslim hanya bisa dibentuk karena hubungan darah atau perkawinan.
Maksudnya yaitu, orang tua dengan anaknya, suami dengan istrinya.
Sabtu, 20 November 2010
Pengembangan Media
1. Media Pendidikan
Kata media berasal dari bahas latin dan mrpakan bentuk jamak dari medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar.
Asosiasi Teknologi dan Komunikasi Pendidikan (Association of Education and Communication Technologi/AECT) di Amerika membatasi media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan/informasi. Gagne (1970) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Sementara itu briggs (1970) berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Buku, film, kaset, film bingkai adalah contoh-contohnya.
Asosiasi pendidikan nasional (national education association/NEA) memiliki pengertian yang berbeda. Media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audiovisual serta peralatannya. Media hendaknya dapat dimanipulasi, dapat dilihat, didengar dan dibaca. Apa pun batasan yang diberikan, ada persamaan di antara batasan tersebut yaitu bahwa media adlah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.
2. Kegunaan Media Pendidikan dalam Proses Belajar Mengajar
Secara umum media pendidikan mempunyai kegunaan-kegunaan sebagai berikut.
(1) Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka)
(2) Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera, seperti misalnya:
a. Objek yang terlalu besar—bisa digantikan dengan realita, gambar, film bingkai, film, atau model;
b. Objek yang kecil—dibantu dengan proyektor mikro, film bingkai, film, atau gambar;
c. Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat, dapat dibantu dengan timelapse atau high speed photograpy;
d. Kejadian atau peristiwa yang terjadi di masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film, video, film bingkai, foto maupun secara verbal;
e. Objek yang terlalu kompleks (misalnya mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram, dan lain-lain, dan
f. Konsep yang terlalu luas (gunung berapi, gempa bumi, iklim, dan lain-lain) dapat divisualkan dalam bentuk film, film bingkai, gambar, dan lain-lain.
(3) Penggunaan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini media pendidikan berguna untuk:
a. Menimbulkan kegairahan belajar;
b. Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan;
c. Memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya.
(4) Dengan sifat yang unik pada tiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa, maka guru banyak mengalami kesulitan bilamana semuanya itu harus diatasi sendiri.Hal ini akan lebih sulit bila latar belakang lingkungan guru dengan siswa juga berbeda. Masalah ini dapat diatasi dengan media pendidikan, yaitu dengan kemampuannya dalam:
(a) Memberikan perangsang yang sama;
(b) Mempersamakan pengalaman;
(c)Menimbulkan persepsi yang sama.
3. Media Chart
Chart termasuk media visual. Fungsinya yang pokok adalah menyajikan ide-ide atau konsep-konsep yang sulit bila hanya disampaikan secara tertulis atau lisan secara visual. Bagan juga mampu memberikan ringkasan butir-butir penting dari suatu presentasi.
Pesan yang disampaikan berupa ringkasan visual suatu proses, perkembangan atau hubungan-hubungan penting. Dalam bagan sering dijumpai media grafis, seperti gambar, diagram, kartun dlsbnya
Bagan yang baik :
a. Dapat dimengerti anak
b. sederhana dan lugas
c. Diganti pada waktu-waktu tertentu
Jenis chart/bagan ada 2 jenis :
a. yang menyajikan secara bertahap
b. yang menyajikan sekaligus
4. Media Transparansi
Media Trasparansi atau overhead tranparency (OHT) sering kali disebut dengan nama perangkat kerasnya yaitu OHP (Overhead projector). Media transparansi adalah media visual proyeksi, yang dibuat di atas bahan transparan, biasanya film acetate atau plastik berukuran ................ . Sebagai perangkat lunak, bahan transparan yang berisi pesan-pesan tersebut memerlukan alat khusus untuk memproyeksikannya, yaitu OHP.
OHP adalah alat yang dirancang sedemikian rupa sehingga dapat memproyeksikan transparansi ke arah layar lewat atas atau samping kepala orang yang menggunakannya. Ada OHP yang menggunakan ukuran transparansi . Berbagai objek atau pesan yang dituliskan atau digambarkanpada transparansi bisa diproyeksikan lewat OHP, misalnya diagram, peta, grafik, batasan, dan sebagainya.
Sebagai media pendidikan, media tranparansi mempunyai beberapa kelebihan dan keterbatasan. Kelebihan media transparansi antara lain:
1) Gambar yang diproyeksikan lebih jelas dibanding gambar di papan . Ruangan tak perlu digelapkan, sehingga siswa dapat melihatnya sambil mencatat;
2) Guru sambil mengajar dapat berhadapan dengan siswa;
3) Benda-benda kecil dapat diproyeksikan hanya dengan meletakkan di atas OHP, walaupun hasilnya berupa bayang-bayang;
4) Memungkinkan penyajian diskriminasi warna dan menarik minat-minat siswa;
5) Tak memerlukan renaga bantuan operator dalam menggunakan OHP karena mudah dioprasikan;
6) Lebih sehat daripada papan tulis;
7) Praktis dapat digunakan untuk semua ukuran kelas ruangan;
8) Mempunyai variasi teknik penyajian yang menarik dan tidak membosankan, terutama untuk proses yang kompleks dan bertahap;
9) Menghemat tenaga dan waktu karena dapat dipakai berulang-ulang;
10) Sepenuhnya di bawah kontrol guru;
11) Dapat dibagai sebagai petunjuk sistematika penyajian guru, dan apabila menggunakan bingkai, catatan-catatan tambahan untuk mengingatkan si guru dapat dibuat diatasnya; dan
12) Dapat menstimulasi efek gerak yang sederhana dan warna pada proyeksinya dengan menambahkan alat penyajian tertentu.
Sekalipun banyak kelebihan, media transparansi, memiliki beberapa keterbatasan/keleahan antara lain:
1) Transpalansi memerlukan peralatan khusus untuk memproyeksikannya (OHP) sedang OHP itu sendiri kadang-kadang sulit dicari suku cadangnya di tempat-tempat tertentu;
2) Transparansi memerlukan waktu, usaha dan persiapan yang baik, lebih-lebih kalau menggunakan teknik penyajian yang kompleks;
3) Karena lepas, transparansi menuntut cara kerja yang sistematis dalam penyajiannya. Bila tidak penyajiannya bisa kacau;
4) Jika teknik pemanfaatan serta potensinya kurang dikuasai ada kecendrungan OHP dipakai sebagai pengganti papan tulis dan siswa cenderung bersikap pasif.
g. Permainan dan Simulasi
Apa yang disebut permainan (games) adalah setiap kontes antara para pemain yang berinteraksi satu sama lain dengan mengikuti aturan-aturan tertentu untuk mencapai tujuan-tujuan tertent pula.
Setiap permainan harus mempunyai empat komponen utama, yaitu:
1) Adanya permainan (pemain-pemain);
2) Adanya lingkungan dimana para pemain berinteraksi;
3) Adanya aturan-aturan main, dan
4) Adanya tujuan-tujuan tertentu yang ingin dicapai.
Selain permainan, ada lagi istilah simulasi dan permainan peran (role playing) dan permainan-simulasi. Simulasi adalah suatu model hasil penyederhanaan suatu realitas. Selain harus mencerminkan situasi yang sebenarnya, simulasi harus bersifat operasional. Artinya simulasi menggambarkan proses yang sedang berlangsung. Maket sebuah bangunan adalah model dari bangunan yang sbenarnya tetapi bukan simulasi karena tidak untuk menggambarkan proses.
Simulasi dapat bersifat fisik (misalnya simulasi ruangan pengemudi pesawat terbang), verbal (misalnya simulasi untuk pelajaran membaca permulaan) ataupun matematis (untuk mengajarkan sistem ekonomi).
Permainan simlasi menggabungkan unsur-unsur permainan dan simulasi yaitu adanya setting, pemain, aturan, tujuan, dan penyajian model situasi sebenarnya. Permainan peran (role playing) berbeda dari yang lain karena memiliki 3 komponen yaitu:
a. Adanya skenario atau lingkungan tempat terjadinya tindakan-tindakan;
b. Adanya sejumlah peran dengan berbagai karakternya yang harus dibawakan; dan
c. Adanya masalah yang harus dipecahkan oleh pemegang-pemegang peran tersebut.
Sekalipun berbeda-beda, semuanya dapat dikelompokkan ke dalam satu istilah yaitu permainan.
Berdasarkan aturannya, permainan dapat dibedakan menjadi dua yaitu permainan yang aturannya ketat ( misalnya catur ) dan yang aturannya luwes. Atas dasr sifatnya , permainan dapat dibedakan atas permainan yang kompetitif dan yang non kompetitif. Permainan kompetitif mempunyai tujuan yang jelas dan pemenang dapat diketahui denga cepat. Sebaliknya permainan non kompetiti tidak ada pemenang sama sekali karena pada hakekatnya pemain berkompetisi dengan sistem permainan itu sendiri.
Sebagai media pendidikan, permainan mempunyai beberapa kelebihan berikut :
1) Permainan adalah yang menyenangkan untuk dilakukan dan sesuatu yang menghibur. Permainan mnjadi menarik sebab didalamnya ada unsur kompetisi, ada keragu-raguan karena kita tak tahu sebelumnya siapa yang bakal menang dan kalah.
2) Permainan memungkinkan adanya partisipasi aktif dari siswa yang belajar. Seperti yang kita ketahui, belajar yang baik adalah belajar yang aktif. Permainan mempunyai kemampuan untuk melibatkan siswa dalam proses belajar secara aktif. Dalam kegiatan belajar yang menggunakan permainan, peranan guru/tutor tidak kelihatan tetapi interaksi antar siswa menjadi lebih menonjol. Disini setiap siswa belajar menjadi sumber belajar bagi sesamanya . seringkali masalah yang mereka hadapimereka pecahkan sendiri terlebih dahulu. Bila mereka tidak bisa baru menanyakan kepada guru/tutor. Karena interaksi seperi ini mereka jadi mengetahui kekuatan masing-masing dan dapat memanfaatkannya. Guru dan tutor dapat benar-benra berperan sbagai fasilitator proses belajar di kelompok belajar.
3) Permainan dapat memberikan umpan balik langsung. Umpan balik yanh secepatnya atas apa yang kita lakukan akan memungkinkan prosese belajar jadi lebh efektif. Umpan balik tersebut akan memberitahukan apakh yang kita lakukan tersebut benar, salah, menguntungkan ataukah merugikan.